ORGANISASI
SEL
Komposisi
sel secara umum
= unsur
pembentuk sel, protoplasma terdiri dari:
- air > 70%
- kation inorganik (hidrogen,
kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi dsb.)
- anion (khlorida, bikarbonat,
hidroksil, fosfat, sulfat dsb.)
- molekul organik yang membentuk
struktur sel
- sistem enzim, pembawa energi
- molekul besar: lipid, karbohidrat,
protein dan asam nukleat
= agar
berfungsi efektif, komposisi sel tidak stabil
= meskipun demikian perubahan dinamis selalu tetap
(konstan) untuk mempertahankan kondisi
internal, bila tidak, terjadi degenerasi
Ukuran
sel
= besar 5 –
50 μm
limfosit 6 μm
sel darah merah 7,5 μm
sel kolumnar 20 μm tinggi
dan lebar 10 μm
ovum masak 80 μm
megakariosit 200 μm
Motilitas
= gerakan sitoplasma atau organel khusus dari bagian satu ke yang
lain (aliran sitoplasmik),
meluasnya bagian sel (pseudopodia, pilopodia, mikrovili, gerakan amoeboid,
pembelahan sel, gerakan (pukulan) mikrovili.
= gerakan
sel juga termasuk pengambilan (uptake) material dari lingkungan
(endositosis, fagositosis), gerakan molekul besar keluar (eksositosis,
sekresi)
Bentuk
sel
= bentuk
sel dari luar tergantung:
-
interaksi antar sel
-
lingkungan eksternal
-
struktur internal
= permukaan sel kadang kadang melipat bila ada absorpsi
atau transport,
= adanya mikrovili, memperluas permukaan
STRUKTUR SEL
= bagian
luar sel, sitoplasma dan bagian dalam nukleus
= didalam
sitoplasma terdapat organela, termasuk membran yang membatasi sehingga terbentuk bagian bagian terpisah:
-
retikulum endoplasmik
-
kompleks Golgi
-
lisosomes
-
peroxisomes
-
mitokhondria dan transportasi
-
vesikel untuk sekresi dan penyimpan (gudang)
-
sitosol termasuk ribosom
-
filamen protein = sitoskeleton
= permukaan
sel mempunyai perluasan:
mikrovili, silia, dan flagela, filamen organela (sentriole)
= gerakan
internal sitoplasma
= diluar
terdapat membran plasma
= di dalam
sitoplasma terdapat nukleus dengan khromosom
= di dalam
nukleus terdapat nukleolus
PLASMA MEMBRAN
·
=
plasmalema = membran sel
·
tebal
7,5 nm
·
terdiri
dari 2 lapis lipid dan protein
yang sesuai
Membran lipid : fasfolipid, glikolipid + cholesterol
-
membungkus
sel dan menolong membantu integritas struktur dan fungsi
-
berfungsi
sebagai membran semipermeabel antara sitoplasma dan lingkungan eksternal
-
alat
sensoris mengenal sel lain dan makro molekul
-
lapisan
dalam menghadap sitoplasma, lapisan luar menghadap lingkungan ekstraselular
-
menunjukkan struktur trilaminer = unit membran
semipermeabel : à permeabel
untuk molekul kecil tetapi impermeabel untuk ion
- ketidak stabilan 2 lapis lipid sangat penting untuk
aktivitas selular eksositosis,
endositosis, transport
membran dan membran biogenesis

Membran protein
a.
protein
integral
-
larut
didalam 2 lapis lipid
-
terdiri
dari asam amino
-
termasuk
protein transmembran (dalam membran plasma) berfungsi sebagai reseptor membran
dan protein transport
-
glikoprotein
(transmembran protein)
-
terikat
di permukaan protoplasma
b.
protein
periferal
-
tidak
larut dalam 2 lapis lipid
-
dipermukaan
sitoplasma
karakteristik membran protein
a.
rasio
lipid dan protein 1 : 1
b.
membran
protein difus
di dua lapis lipid
Glikokaliks
-
dikenal
sebagai selubung sel
-
dikaitkan
dengan matriks ekstra selular (lingkungan ekstra selular) à permukaan sel
-
merupakan
selubung karbohidrat (gula)
-
komposisi
:
o
oligo
saccharide dg protein
dan glikolipid
o
permukaan
luar proteoglikan (membran integral protein) diikat dengan glikosaminoglikan
-
fungsi
o
membantu
perlekatan sel dengan matriks ekstraselular
o
mengikat
antigen dan enzym ke permukaan sel
o
fasilitan
pengenalan dan interaksi sel ke sel
Membran
transport
termasuk
: 1) transport
satu arah single molekul (molekul tunggal uniport)
2) co-transport
à 2
molekul berbeda dalam searah symport)
atau
3) berlawanan arah (antiport)
A. Transport pasif
·
difusi
à tanpa energi
o
molekul
melewati membran plasma ke konsentrasi rendah
·
difusi
sederhana à tiga
tingkat konsentrasi molekul (O2, N2; H2O, CO2)
·
difusi
fasilitasi, à
melalui saluran atau protein carier
à
menunjukkan spesifikasi
molekul

B.
Transport aktif
-
membutuhkan
energi untuk transport molekul melawan tingkatan elektrokimia melalui carier
protein
1.
Bentuk : pompa Na+ - K+ , dengan mekanisme
1) 3 Na+
dipompa keluar sel
|
2) 2 K+ dibawa masuk ke sel
3) hidrolise ATP oleh Na+ - K+ ATP
ase
4) sisi
ikatan K+ dibagian
ekstra selular carier
protein, sisi ikatan Na+ di
sisi sitoplasma
5)
oubain, menghambat transport kedua ion Na+ – K+ ATP ase
Fungsi :
1.
mempertahankan
volume sel dalam keadaan konstan, dengan mengurangi konsentrasi ion intraselular dan
meningkatkannya. ekstra
selular à
mengurangi aliran air masuk ke sel.
2. mempertahankan perbedaan potensial melewati
membran plasma
2.
transportasi
glukose
3. mengikut sertakan gerakan simport
glukose melewati epitelium (transport transepitelial)
Komunikasi
sel
o
I
syarat molekul,
dikeluarkan oleh sel dan berfungsi menghubungkan dengan yang lain
termasuk neurotransmitter à dilepas ke sinaps, hormon endokrin, dibawa darah à ke sel target, hormon parakrin, autokrin
o
membran
reseptor
-
menuju
glikoprotein
-
terdapat
dipermukaan dan mengikat molekul spesifik

NUKLEUS
Termasuk
: - dinding nukleus
- nukleolus
- nukleoplasma
- chromatin
·
mengandung
apparatus genetik, dikenal deoxyribonucleic
acid (DNA) chromosom
·
sintesis protein didalam sitoplasma melalui
:
1.
ribosomal ribonucleic acid ( r. RNA)
2.
messenger RNA (m. RNA)
3.
transport
RNA (t. RNA)
disintese
dalam nucleus
Dinding nukleus
-
mengelilingi
materi nukleus dan terdiri
dari 2 membran paralel yang
dipisah oleh cisterna perinukler
-
terdapat
lubang-lubang disebut porus
-
membran
luar
o menghadap ke sitoplasma dan pada
beberapa tempat lanjut sebagai rough
endoplasmice
reticulum (RER)
o dipermukaan sitoplasmik terdapat
ribosom, dapat mensintesis protein, yang masuk ke cisterna.
-
membran
dalam
o menghadap materi nukleus, tetapi
dipisah darinya oleh lamina nuclearis
-
cisterna
perinuclearis
![]() |
o terletak diantara membran luar dan
dalam
o lanjut dengan cisterna dari RER
o dibeberapa tempat terdapat porus
nuclearis, yaitu tempat
pertukaran molekul antara nukleus dan sitoplasma
o dibentuk oleh fusi membrana luar dan
dalam
Nukleolus
-
secara
aktif mensintese protein - ikut serta dalam r. RNA
-
dapat
dideteksi saat sel dalam interphase - ikut dalam sintesis r. RNA
-
terdiri
dari :
a.
pusat
fibrilar
sebagai
area spheris inaktif ribosomal DNA (r. DNA) dikelilingi oleh daerah fibrilar
padat
b.
daerah
fibrilar
-
terdiri
dari fibril sekeliling dan antara pusat fibriler
-
terdiri
dari transkriptional aktif r. DNA
-
stadium
awal pembentukan r. RNA sebagai precursors
c.
daerah
granular
- mewakili ribosom precursor
Nukleoplasma
-
bagian
protoplasma dikelilingi oleh selubung nukleus
- terdiri dari matriks macam-macam tipe partikel (partikel nuklear), (matrix nuklear)
Chromatin
-
terletak
dalam nukleus dalam bentuk-bentuk :
o hetero chromatin
o euchromatin
- bertanggung jawab sintese RNA
Chromosom
-
kelihatan
selama mitosis dan meiosis saat chromatin terkondensasi
- struktur : terdiri dari chromatin
berisi molekul DNA dan protein , yang dibentuk kedalam nukleosom.

-
dikenal
: karyotipe à jumlah dan morfologi chromosom,
karakteristik tiap spesies
haploid à jumlah chromosom dalam sel germinativum (sel gamet)
diploid à jumlah chromosom dalam sel soma
-
genome
:
= total
gene di dalam chromosom
= 22 pasang autosom dan 1 pasang seks chromosom
DNA
-
molekul
nukleotide dalam rantai panjang
-
untuk
sintesis RNA
- gene adalah 1 segmen molekul DNA
bertanggung jawab dalam pembentukan 1
molekul RNA
RNA
-
molekul
sama dengan DNA, terdiri
deoxyribose dan
ribose
-
disintese
oleh transkripsi DNA
- dikenal : 1) messenger RNA, membawa
kode genetik ke sitoplasma untuk sintese protein
2) transfer RNA,
mentransfer asam amino ke ribosom à rantai polipeptid
3) ribosomal RNA, macam-macam protein membentuk
ribosom,berfungsi untuk sintese protein

SITOPLASMA
·
mempunyai komponen cair :sitosol
·
komponen yang lain : organel, inklusion, sitoskeleton
·
terdapat interaksi fungsional secara dinamis antara
organel dalam pengambilan dan pelepasan material oleh sel, sintesis protein dan
metabolime (penghancuran) intra selular
Organela aktif
·
unit aktif metabolik, dibatasi oleh membran
1.
membran plasma
2.
Ribosom
- dibedakan
kecil dan besar, dibentuk oleh beberapa tipe r. RNA dan macam-macam protein
- dapat
bebas atau terikat pada membran rough endoplasmic reticulum (RER) atau membran
luar nukleus
-
dibedakan sesuai tempat m. RNA diubah menjadi protein

3.
Rough endoplasmic reticulum (RER)
- tempat
sintese protein nonsitosolik termasuk sekret, membran plasma dan protein
lisosom
-
mempunyai membran, berlanjut ke membran nukleus luar
-
banyak di sel yang menghasilkan protein à disusun pararel
-
mempunyai reseptor di membran tempat menempelnya ribosom
4.
Smooth endoplasmic reticulum (SER)
-
anyaman membran ireguler, ribosom sedikit
-
sintese steroid, triglyseride dan cholesterol
-
mempunyai fungsi berbeda-beda di sel yang beda, membentuk
hormon, detoksifikasi dan kontraksi relaksasi otot.
5.
Mitochondria
-
berbentuk tongkat
-
mempunyai membran dalam dan luar
-
|
|
diantaranya terdapat membran intermediale
-
didalam matriks terdapat granula yang mengikat Ca dan Mg
-
mengandung enzym untuk siklus Krebs
-
mengandung ATP sinthese, enzym untuk pembentukan ATP dan
ADP
-
mempunyai aparatus genetik terdiri dari DNA, m. RNA, t.
RNA dan r. RNA
-
menghasilkan ATP oleh oksidasi asam lemak, asam amino,
dan glukose
6.
Aparatus Golgi
-
terdiri dari cisterne (sakulus) à tumpukan
- fungsi :
sintese protein didalam RER, perbaikan membran, resikling dan redistribusi
7.
Visikel berselubung
-
selubung sitoplasma
-
ikut serta dalam transportasi protein dari RER ke Golgi
8.
Lisosome
-
padat, mempunyai membran protein
-
mempunyai kekuatan ATP
9.
Teroxisome
10.
Centriole
11.
Inclusion
-
akumulasi material tidak aktif dimetabolisir dan
keberadaannya sementera
-
golongan :
-
glikogen
-
tetes lemak
-
lipofusin (sering disebut pigmen umur)
12.
Sitoskeleton
-
anyaman struktur dalam sitosol
-
fungsi : menjaga bentuk, stabilisasi, perlekatan sel, fasilitasi,
endositosis dan eksositosis, memacu motilitas sel
-
termasuk :
o
mikrotubul : - menjaga
bentuk sel
-
membantu transportasi makromolekul disitosol
-
memacu gerakan silia, flagela dan chromosome
o
mikrofilamen
-
dikenal sebagai F. aktin
-
lebih stabil dibanding
mikrotubul
-
banyak dibagian perifer sel
-
mengikuti proses selular : misal : - transportasi sol-gel
-
endositosis, eksositisis
-
lokomosi sel bukan otot

Interaksi
antara organela
-
ikut dalam proses-proses sel yang penting
-
mendekati dinamisasi sel
A. pengambilan
dan pelepasan material oleh sel
1.
endositosis (pengambilan material oleh sel) termasuk :
- pinositosis
- endositosis dengan perantaraan reseptor
- fagositosis
2.
eksositosis
-
pelepasan material dari sel melalui fusi membran granula
sekret dengan membran plasma
-
membutuhkan reseptor di granula dan membran plasma
3.
resaikel membran
-
menjaga permukaan membran plasma, konstan
B. Sintese
protein
1.
|
sintese nonsitosolik protein

-
ikut transport peptid ke RER
-
modifikasi sesudah salinan (post translational) didalam
RER
-
transport protein dari RER ke Golgi
-
memproses protein didalam Golgi
perubahan
protein cis ke protein trans
- memilih
protein di trans Golgi network (anyaman trans Golgi)
C. metabolisme
intraselular
o
dibedakan : nonlisosomal dan lisosomal

SIKLUS SEL
-
terdiri
dari interphase dan mitosis (fase M)
-
berbeda-beda
tergantung tipe sel
-
dimulai
dari sel istirahat (fase Go)
I interphase :
o lebih lama dari fase M
o periode sel dobel dalam ukuran dan DNA
o dibedakan : fase G1, S, dan G2
fase G1 = fase
gap sesudah mitosis dalam pertumbuhan sel dan terjadinya sintese protein,
berlangsung sampai beberapa hari, saat pemicu protein (triger protein) dibentuk
memampukan sel mencapai nilai ambang, diteruskan ke fase S. Bila gagal mencapai
nilai ambang à kembali
ke sel istirahat (resting cell). masuk Go.

Fase S =
fase sintesis terjadi refleksi DNA dan sintesis protein à terjadi duplikasi chromoson, periode duplikasi
centriole, terjadi selama 8 – 12 jam.
Fase G2 = fase gap mengikuti fase S dan berkembang ke
mitosis, saat sel bersiap-siap membagi diri, sentriole tumbuh matur, kebutuhan
energi untuk mitosis disimpan, disintesis RNA dan protein untuk mitosis,
berlangsung 2 – 4 jam.
Mitosis
-
mengikuti fase G2 à siklus
sel sempurna
-
pembagian nukleus (karyokinesis) dan sitoplasma
(sitokinesis) àmenghasilkan
2 sel anak identik
-
berlangsung selama 1 – 3 jam, termasuk : propase,
prometaphase, anaphase dan telophase.
prophase
-
chromosom mengalami kondensasi, terdiri dari dua
chromatid anak terikat satu sama lain pada centromere.
-
dinding (batas) nukleolus dan nukleus hilang
a.
centrosome terdiri dari centriole
b.
centriole migrasi ke pool yang berlawanan membentuk serabut
kumparan
prometaphase
-
pembentukan kinetochore microtubule

metaphase
-
chromosom yang memadat diluruskan di ekuator kumparan
mitose
anaphase
-
pemisahan chromatide dan anak chromosom pindah ke pool
berlawanan
-
pemanjangan kumparan
-
terjadinya cincin kontraktil à akibat kontraksi actin.
telophase
-
pandalaman lekukan à
meninggalkan mid body antara sel anak
yang baru
-
depolimerisasi mikrotubul à penyelesaian sitokinesis dan pembentukan 2 anak identik
-
termasuk reformasi selubung nukleus sekeliling chromosom
yang mengalami kondensasi
-
nukleoli terlihat
Meiosis
-
pembelahan sel à jumlah
chromosom berkurang à menjadi
4 anak sel haploid
-
terjadi di gamet ( spermatozoa dan ovum) à bila terjadi fertilisasi à zygote diploid
-
diikuti rekombinisasi gene maternal dan paternal melalui
crossing over
-
terbagi menjadi : meiosis
I dan
meiosis II

meiosis I
-
mengikuti interphase,selama duplikasi 46 chromosom
-
ada 4 fase : prophase
I, metaphase I
anaphase I,
telophase I
-
dengan hasil akhir masing-masing sel baru mempunyai 23
chromosom
meiosis II
-
terjadi setelah meiosis I selesai,
tanpa replikasi DNA
-
fase sama : prophase II,
metaphase II, anaphase II dan telophase II
-
lebih cepat di banding mitosis
Perhatian klinis
1.
Ratio euchromatin dan helero chromatin
· proliferasi
sel yang cepat lebih tinggi di banding sel kurang aktif
2.
Aneuploidi
· deviasi
jumlah chromosom normal
· dideteksi
dengan kariyotiping
· termasuk trisomi
(3 chromosom dalam 1 tipe) dan monosomi (tidak adanya 1 anggota dalam 1 pasang
chromosom)
a.
Down’s sindrom
-
dihubungkan dengan ekstra chromosom 21(trisomi 21)
-
ditandai : mental retardasi, pendek, malformasi jantung, genital
dan defek
yang lain
b.
Klinefelter’s syndrom
-
aneuploidi di seks chromosom (XXY)
-
ditandai : infertilitas, maskulinisasi yang berbeda-beda
dan testes kecil
c.
Turner’s syndrom
-
dihubungkan dengan monosomi seks chromosom (XO)
-
di tandai : pendek, steril, abnormalitas yang lain
-
umumnya lethal pada kelainan monosomi
3.
Transformed cell (perubahan sel)
-
kehilangan kemampuan merespond tanda (signal) mengontrol
siklus sel à menjadi
kanker.
PENGAWASAN GENETIK DARI METABOLISME
diperlukan enzim tertentu sebagai
katalisator
metabolisme
tidak terbentuk (tidak mungkin di lanjutkan)
terjadi
blok metabolisme
|
|
|
Gambar metabolisme diawasi secara genetik
Enzim A dikontrol
oleh gen A demikian pula enzim B oleh
gen B, enzim C oleh gen C. Bila gen dominan B tidak ada (karena mutasi gen) à enzim B tidak terbentuk, à terjadi
blok metabolisme : . Zat antara 2 dan hasil akhir tidak terbentuk
Satu enzim dikontrol oleh satu gen àhipotesa sebuah gen àsebuah enzim
Bila gen
mengalami mutasi àterjadi blok
metabolisme, hasil akhir “hipotesa
sebuah gen mutan
sebuah blok metabolisme”
Adanya blok metabolism àkesalahan metabolisme = kesalahan
metabolisme bawaan
Sintesa protein
organisasi
fungsional sel
enzim + hormon
mengatasi kegiatan :
-
metabolisme, - pernafasan
-
biosnitese - perkembangbiakan sel
-
pertumbuhan
1.
Informasi
genetic beralih dari asam nukleat ke protein
Tidak menimbulkan perubahan menimbulkan perubahan dalam kode
dalam kode, karena ADN dan dari urutan nukleotida ke urutan
ARNd = komplementer asam amino
transkripsi translasi
2.
Informasi
genetic beralih secara memutar
(sirkuler)
menterjemahkan membuat membuat
Penemuan baru “dogma pusat sebaliknya”
3.
Informasi
genetik tidak perlu mengikuti urutan
ARN ke
ADN sehingga bila di gambar
transkripsi
transkripsi sebaliknya
Jadi informasi genetik dapat
1.
ADN ADN (replikasi dari satu generasi ke generasi berikutnya)
2. 
ADN ARN protein
transkripsi translasi
3. 

ADN ARN protein
transkripsi sebaliknya
1)
Asam
amino
sintese
protein butuh asam amino
mempunyai gugus amino dan karboksil bebas

H
gugus tambahan beda-beda tiap asam amino
Hasil hidrolisa gugus amino dan karboksil
H O H H O H O
I II l I II I II
I l I I
R1 H – R2 R1 H – R2 + H2O
Polipeptide = deretan asam-asam amino
2)
ADN
Molekul ADN mengandung keterangan genetik à sintese protein dikontrol molekul ADN
3)
Asam
ribonukleat non – genetik
Ada
3 macam ARN non – genetik :
ARNd, ARNp dan ARNr
aktif dalam proses pembuatan protein
ARNd setelah menerima informasi genetik terus
meninggalkan nukleus à menempel pada ribosom
ARNp (pemindah) mengikat asam amino yang terdapat di
sitoplasma, membawa ke ARNd yang ada di ribosom.
ARNr memiliki fungsi umum pada sintese protein
4)
Ribosom
dan enzim
-
sebagai
pemimpin dalam interaksi yang berhubungan dengan sintese protein
-
ribosom
mempunyai faktor-faktor
yang berfungsi sebagai enzim
-
ribosom-ribosom
dapat berkelompok = poliribosom atau polisom, dan banyaknya tergantung
dari panjang protein yang akan
dibuat
Mekanisme sintese protein
-
melibatkan 2 peristiwa
a.
transkripsi
(pemindahan informasi genetik dari ADN ke ARN
b. translasi (pemindahan informasi genetik
dari ARN ke protein
a) Transkripsi
- ADN terdapat dalam inti sel (dalam
khromosom)
- Protein dalam sitoplasma à ADN tidak mungkin berperan langsung
-
Dicetaklah
pita tunggal ARN duta (ARNd) dari molekul ADN à proses disebut transkripsi
-
Pencetakan
dibutuhkan enzim ARN polimerase
bergantung ADN disingkat ARN
polimerose
- ARNd yang
telah selesai dicetak (selesai menerima informasi genetic dari ADN) à meninggalkan ADN melalui pori-pori
keluar melalui membran dan menempel pada ribosom didalam sitoplasma
b) Translasi
- Dibedakan beberapa proses
▫
|
pertumbuhan
poliribosom dengan menempelnya ARNd pada ribosom 30 S yang terdapat pada
reticulum endoplasmik
▫
terbentuklah
“kompleks permulaan”
▫
|
pengikatan
asam amino oleh ARNp (ARN pemindah)
▫
ARNp
terdapat
didalam sitoplasma
▫
sebelum
diikat asam amino diaktifkan oleh adosin trifosfat (ATP) = kaya energy
CH2 enzim sintetase CH2
ARNpsis I I
SH SH
sistein
ARNp sis
▫
Ribosom
30 S bergabung dengan ribosom 50 Ssitein
▫
|
Banyak ribosom
membaca kode ARN a à
polisom
Permulaan sintese
protein
▫
dibentuk
ribosom 70 S
▫
rantai
peptide selalu bertambah dengan kode untuk asam amino à(metionin)
▫
urutan
gugus amino (NH2)
ke karboksil (COOH)
|
Memanjangnya
rantai polipeptide
▫
ribosom
70 S disebut ribosom fungsional à rantai polipeptid memanjang dengan
penambahan asam amino
▫
pada
setiap tahap
tersedialah ARNp baru
▫
jadi
ARNp harus bergerak dari sisi amino (“A”) kesisi “P” (peptide)
▫
proses
ini dibutuhkan enzim disebut
peptide transferase
▫
jadi
ARNp yang bermuatan masuk kesisi “A” bergerak kesisi “P”, kemudian kesisi “E”
dan akhirnya ARNp dikeluarkan dari ribosom à
terbentuklah rantai polypeptide.


0 komentar:
Posting Komentar