Kamis, 05 Maret 2015

organisasi sel

                                    ORGANISASI  SEL

Komposisi sel secara umum
  = unsur pembentuk sel, protoplasma terdiri dari:
             - air > 70%             
             - kation inorganik (hidrogen, kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi dsb.)
             - anion (khlorida, bikarbonat, hidroksil, fosfat, sulfat dsb.)
             - molekul organik yang membentuk struktur sel
             - sistem enzim, pembawa energi
             - molekul besar: lipid, karbohidrat, protein dan asam nukleat
     = agar berfungsi efektif, komposisi sel tidak stabil
= meskipun demikian perubahan dinamis selalu tetap (konstan)  untuk mempertahankan kondisi internal, bila tidak, terjadi degenerasi
Ukuran sel
     = besar 5 – 50 μm
                                 limfosit 6 μm
                                 sel darah merah 7,5 μm
         sel kolumnar 20 μm tinggi dan lebar 10 μm
                                 ovum masak 80 μm
                                 megakariosit 200 μm
Motilitas
     = gerakan sitoplasma  atau organel khusus dari bagian satu ke yang lain (aliran        sitoplasmik), meluasnya bagian sel (pseudopodia, pilopodia, mikrovili, gerakan amoeboid, pembelahan sel, gerakan (pukulan) mikrovili.
     = gerakan sel juga termasuk pengambilan (uptake) material dari lingkungan (endositosis, fagositosis), gerakan molekul besar keluar (eksositosis, sekresi)
Bentuk sel
     = bentuk sel dari luar tergantung:
-   interaksi antar sel
-   lingkungan eksternal
-   struktur internal
     = permukaan sel kadang kadang melipat bila ada absorpsi atau transport,  
    = adanya mikrovili, memperluas permukaan
STRUKTUR SEL
= bagian luar sel, sitoplasma dan bagian dalam nukleus
= didalam sitoplasma terdapat organela, termasuk membran yang membatasi     sehingga terbentuk bagian bagian terpisah:
-     retikulum endoplasmik
-     kompleks Golgi
-     lisosomes
-     peroxisomes
-     mitokhondria dan transportasi
-     vesikel untuk sekresi dan penyimpan (gudang)
-     sitosol termasuk ribosom
-     filamen protein = sitoskeleton
     = permukaan sel mempunyai perluasan:
                        mikrovili, silia, dan flagela, filamen organela (sentriole)
     = gerakan internal sitoplasma
     = diluar terdapat membran plasma
     = di dalam sitoplasma terdapat nukleus dengan khromosom
     = di dalam nukleus terdapat nukleolus
PLASMA MEMBRAN
·      = plasmalema = membran sel
·      tebal 7,5 nm
·      terdiri dari 2 lapis lipid dan protein yang sesuai 
Membran lipid : fasfolipid, glikolipid + cholesterol
-      membungkus sel dan menolong membantu integritas struktur dan fungsi
-      berfungsi sebagai membran semipermeabel antara sitoplasma dan lingkungan eksternal
-      alat sensoris mengenal sel lain dan makro molekul
-      lapisan dalam menghadap sitoplasma, lapisan luar menghadap lingkungan ekstraselular
-      menunjukkan struktur trilaminer = unit membran
semipermeabel : à   permeabel untuk molekul kecil tetapi impermeabel untuk ion
-     ketidak stabilan 2 lapis lipid sangat penting untuk aktivitas selular     eksositosis, endositosis, transport membran dan membran biogenesis

Description: E:\Scan\Scan Plasma membran\1.1.jpg

Membran protein
a.    protein integral
-       larut didalam 2 lapis lipid
-       terdiri dari asam amino
-       termasuk protein transmembran (dalam membran plasma) berfungsi sebagai reseptor membran dan protein transport
-       glikoprotein (transmembran protein)
-       terikat di permukaan protoplasma

b.    protein periferal
-       tidak larut dalam 2 lapis lipid
-       dipermukaan sitoplasma
      karakteristik membran protein
a.    rasio lipid dan protein 1 : 1
b.    membran protein difus di dua lapis lipid
Glikokaliks
-       dikenal sebagai selubung  sel
-       dikaitkan dengan matriks ekstra selular (lingkungan ekstra selular) à permukaan sel
-       merupakan selubung karbohidrat (gula)
-       komposisi :
o   oligo saccharide dg protein dan glikolipid
o   permukaan luar proteoglikan (membran integral protein) diikat dengan glikosaminoglikan
-       fungsi
o   membantu perlekatan sel dengan matriks ekstraselular
o   mengikat antigen dan enzym ke permukaan sel
o   fasilitan pengenalan dan interaksi sel ke sel
Membran transport
termasuk :  1)   transport satu arah single molekul (molekul tunggal uniport)
                   2)   co-transport à 2 molekul berbeda dalam searah symport) atau
                   3)   berlawanan arah (antiport)
A. Transport pasif
·         difusi à tanpa energi
o   molekul melewati membran plasma ke konsentrasi rendah
·         difusi sederhana à tiga tingkat konsentrasi molekul (O2, N2; H2O, CO2)
·         difusi fasilitasi, à melalui saluran atau protein carier à menunjukkan spesifikasi molekul

Description: F:\Scan\2011_11_30\1.3.jpg


B. Transport aktif
-     membutuhkan energi untuk transport molekul melawan tingkatan elektrokimia melalui carier
            protein
1.   Bentuk : pompa Na+ - K+ , dengan mekanisme
                                       1)   3 Na+ dipompa keluar sel
 
                                       2)   2 K+ dibawa masuk ke sel
                                       3)   hidrolise ATP oleh Na+ - K+  ATP ase
     4)   sisi ikatan K+ dibagian ekstra selular carier protein, sisi ikatan Na+ di sisi sitoplasma
           5)                 oubain, menghambat transport kedua ion Na+ – K+ ATP ase      
Fungsi :
1.    mempertahankan volume sel dalam keadaan konstan, dengan mengurangi konsentrasi ion intraselular dan meningkatkannya. ekstra selular à mengurangi aliran air masuk ke sel.
2.    mempertahankan perbedaan potensial melewati membran plasma
2.   transportasi glukose
3.   mengikut sertakan gerakan simport glukose melewati epitelium (transport transepitelial)
Komunikasi sel
o   I syarat molekul, dikeluarkan oleh sel dan berfungsi menghubungkan dengan yang lain
termasuk neurotransmitter à dilepas ke sinaps, hormon endokrin, dibawa darah à ke sel target, hormon parakrin, autokrin
o   membran reseptor
-       menuju glikoprotein
-       terdapat dipermukaan dan mengikat molekul spesifik

Description: F:\Scan\2011_11_30\1.4.jpg





NUKLEUS
Termasuk :   - dinding nukleus
                          - nukleolus
                     - nukleoplasma
                     - chromatin
·         mengandung apparatus genetik, dikenal deoxyribonucleic acid (DNA) chromosom
·         sintesis protein didalam sitoplasma melalui :
1.    ribosomal ribonucleic acid ( r. RNA)
2.    messenger RNA (m. RNA)
3.    transport RNA (t. RNA)
disintese dalam nucleus
Dinding nukleus
-       mengelilingi materi nukleus dan terdiri dari 2 membran paralel yang dipisah oleh cisterna perinukler
-       terdapat lubang-lubang disebut porus
-       membran luar
o  menghadap ke sitoplasma dan pada beberapa tempat lanjut sebagai rough endoplasmice reticulum (RER)
o  dipermukaan sitoplasmik terdapat ribosom, dapat mensintesis protein, yang masuk ke cisterna.
-       membran dalam
o  menghadap materi nukleus, tetapi dipisah darinya oleh lamina nuclearis
-       cisterna perinuclearis
 














o  terletak diantara membran luar dan dalam
o  lanjut dengan cisterna dari RER
o  dibeberapa tempat terdapat porus nuclearis, yaitu tempat pertukaran molekul antara nukleus dan sitoplasma
o  dibentuk oleh fusi membrana luar dan dalam

Nukleolus
-    secara aktif mensintese protein                            -   ikut serta dalam r. RNA
-    dapat dideteksi saat sel dalam interphase            -   ikut dalam sintesis r. RNA
-       terdiri dari :
a.    pusat fibrilar
sebagai area spheris inaktif ribosomal DNA (r. DNA) dikelilingi oleh daerah fibrilar padat
b.    daerah fibrilar
-     terdiri dari fibril sekeliling dan antara pusat fibriler
-     terdiri dari transkriptional aktif r. DNA
-     stadium awal pembentukan r. RNA sebagai precursors
c.    daerah granular
-     mewakili ribosom precursor
Nukleoplasma
-    bagian protoplasma dikelilingi oleh selubung nukleus
-    terdiri dari matriks macam-macam tipe partikel (partikel nuklear), (matrix nuklear)
Chromatin
-     terletak dalam nukleus dalam bentuk-bentuk :
o  hetero chromatin
o  euchromatin
-     bertanggung jawab sintese RNA
Chromosom
-     kelihatan selama mitosis dan meiosis saat chromatin terkondensasi
-     struktur : terdiri dari chromatin berisi molekul DNA dan protein , yang dibentuk kedalam nukleosom.
Description: F:\Scan\2011_11_30\2.3.jpg
-     dikenal : karyotipe à jumlah dan morfologi chromosom, karakteristik tiap spesies
              haploid à jumlah chromosom dalam sel germinativum (sel gamet)
              diploid à jumlah chromosom dalam sel soma
-     genome :
=  total gene di dalam chromosom
=  22 pasang autosom dan 1 pasang seks chromosom
DNA
-       molekul  nukleotide  dalam  rantai  panjang
-       untuk sintesis RNA
-       gene adalah 1 segmen molekul DNA bertanggung jawab dalam pembentukan  1 molekul RNA
RNA
-       molekul sama dengan DNA, terdiri deoxyribose dan ribose
-       disintese oleh transkripsi DNA
-       dikenal :   1)   messenger RNA, membawa kode genetik ke sitoplasma untuk sintese protein
2)   transfer RNA, mentransfer asam amino ke ribosom à rantai polipeptid
3)   ribosomal RNA, macam-macam protein membentuk ribosom,berfungsi untuk sintese protein
Description: F:\Scan\2011_11_30\2.5.jpg
SITOPLASMA
·        mempunyai komponen cair :sitosol
·        komponen yang lain : organel, inklusion, sitoskeleton
·        terdapat interaksi fungsional secara dinamis antara organel dalam pengambilan dan pelepasan material oleh sel, sintesis protein dan metabolime (penghancuran) intra selular
Organela aktif
·        unit aktif metabolik, dibatasi oleh membran
1.   membran plasma
2.   Ribosom
-     dibedakan kecil dan besar, dibentuk oleh beberapa tipe r. RNA dan macam-macam protein
-     dapat bebas atau terikat pada membran rough endoplasmic reticulum (RER) atau membran luar nukleus
-     dibedakan sesuai tempat m. RNA diubah menjadi protein

Description: F:\Scan\2011_11_30\3.1.jpg
3.   Rough endoplasmic reticulum (RER)
-     tempat sintese protein nonsitosolik termasuk sekret, membran plasma dan protein lisosom
-     mempunyai membran, berlanjut ke membran nukleus luar
-     banyak di sel yang menghasilkan protein à disusun pararel
-     mempunyai reseptor di membran tempat menempelnya ribosom
4.   Smooth endoplasmic reticulum (SER)
-     anyaman membran ireguler, ribosom sedikit
-     sintese steroid, triglyseride dan cholesterol
-     mempunyai fungsi berbeda-beda di sel yang beda, membentuk hormon, detoksifikasi dan kontraksi relaksasi otot.
5.   Mitochondria
-     berbentuk tongkat
-     mempunyai membran dalam dan luar
-    
++
 
++
 
diantaranya terdapat membran intermediale
-     didalam matriks terdapat granula yang mengikat Ca    dan Mg
-     mengandung enzym untuk siklus Krebs
-     mengandung ATP sinthese, enzym untuk pembentukan ATP dan ADP
-     mempunyai aparatus genetik terdiri dari DNA, m. RNA, t. RNA dan r. RNA
-     menghasilkan ATP oleh oksidasi asam lemak, asam amino, dan glukose
6.   Aparatus Golgi
-     terdiri dari cisterne (sakulus) à tumpukan
-     fungsi : sintese protein didalam RER, perbaikan membran, resikling dan redistribusi
7.   Visikel berselubung
-     selubung sitoplasma
-     ikut serta dalam transportasi protein dari RER ke Golgi
8.   Lisosome
-     padat, mempunyai membran protein
-     mempunyai kekuatan ATP
9.   Teroxisome
10.   Centriole
11.   Inclusion
-     akumulasi material tidak aktif dimetabolisir dan keberadaannya sementera
-     golongan :
-     glikogen
-     tetes lemak
-     lipofusin (sering disebut pigmen umur)
12.   Sitoskeleton
-     anyaman struktur dalam sitosol
-     fungsi : menjaga bentuk, stabilisasi, perlekatan sel, fasilitasi, endositosis dan eksositosis, memacu motilitas sel


-       termasuk :
o  mikrotubul :  - menjaga bentuk sel
                     - membantu transportasi makromolekul disitosol
                     - memacu gerakan silia, flagela dan chromosome
o  mikrofilamen
-   dikenal sebagai  F. aktin
-   lebih stabil dibanding mikrotubul
-   banyak dibagian perifer sel
-   mengikuti proses selular : misal : - transportasi sol-gel
                                                        - endositosis, eksositisis
                                                        - lokomosi sel bukan otot
Description: F:\Scan\2011_11_30\3.3.jpg
Interaksi antara organela
-   ikut dalam proses-proses sel yang penting
-   mendekati dinamisasi sel
A.   pengambilan dan pelepasan material oleh sel
1.    endositosis (pengambilan material oleh sel) termasuk :              
- pinositosis
- endositosis dengan perantaraan reseptor
- fagositosis
2.    eksositosis
-   pelepasan material dari sel melalui fusi membran granula sekret dengan membran plasma
-   membutuhkan reseptor di granula dan membran plasma
3.    resaikel membran
-     menjaga permukaan membran plasma, konstan
B.   Sintese protein
1.   
Description: F:\Scan\2011_11_30\3.4.jpg
 
sintese nonsitosolik protein




























Description: F:\Scan\2011_11_30\3.6.jpg

-       ikut transport peptid ke RER
-       modifikasi sesudah salinan (post translational) didalam RER
-       transport protein dari RER ke Golgi
-       memproses protein didalam Golgi
                  perubahan protein cis ke protein trans
-       memilih protein di trans Golgi network (anyaman trans Golgi)
C.   metabolisme intraselular
o   dibedakan : nonlisosomal dan lisosomal

Description: F:\Scan\2011_11_30\3.7.jpg

SIKLUS SEL
-       terdiri dari interphase dan mitosis (fase M)
-       berbeda-beda tergantung tipe sel
-       dimulai dari sel istirahat (fase Go)
I interphase :
o lebih lama dari fase M
o periode sel dobel dalam ukuran dan DNA
o dibedakan : fase G1, S, dan G2
fase G1 = fase gap sesudah mitosis dalam pertumbuhan sel dan terjadinya sintese protein, berlangsung sampai beberapa hari, saat pemicu protein (triger protein) dibentuk memampukan sel mencapai nilai ambang, diteruskan ke fase S. Bila gagal mencapai nilai ambang à kembali ke sel istirahat (resting cell). masuk Go.
Description: F:\Scan\2011_11_30\2.6.jpg
Fase S = fase sintesis terjadi refleksi DNA dan sintesis protein à terjadi duplikasi chromoson, periode duplikasi centriole, terjadi selama 8 – 12 jam.
Fase G2 = fase gap mengikuti fase S dan berkembang ke mitosis, saat sel bersiap-siap membagi diri, sentriole tumbuh matur, kebutuhan energi untuk mitosis disimpan, disintesis RNA dan protein untuk mitosis, berlangsung 2 – 4 jam.
Mitosis
-   mengikuti fase G2 à siklus sel sempurna
-   pembagian nukleus (karyokinesis) dan sitoplasma (sitokinesis) àmenghasilkan 2 sel anak identik
-   berlangsung selama 1 – 3 jam, termasuk : propase, prometaphase, anaphase dan telophase.
prophase
-   chromosom mengalami kondensasi, terdiri dari dua chromatid anak terikat satu sama lain pada centromere.
-   dinding (batas) nukleolus dan nukleus hilang
a.  centrosome terdiri dari centriole
b.  centriole migrasi ke pool yang berlawanan membentuk serabut kumparan
prometaphase
-   pembentukan kinetochore microtubule
Description: F:\Scan\2011_11_30\2.7.jpg
metaphase
-   chromosom yang memadat diluruskan di ekuator kumparan mitose
anaphase
-   pemisahan chromatide dan anak chromosom pindah ke pool berlawanan
-   pemanjangan kumparan
-   terjadinya cincin kontraktil à akibat kontraksi actin.
     telophase
-   pandalaman lekukan à meninggalkan mid body antara  sel anak yang baru
-   depolimerisasi mikrotubul à penyelesaian sitokinesis dan pembentukan 2 anak identik
-   termasuk reformasi selubung nukleus sekeliling chromosom yang mengalami kondensasi
-   nukleoli terlihat
Meiosis
-   pembelahan sel à jumlah chromosom berkurang à menjadi 4 anak sel haploid
-   terjadi di gamet ( spermatozoa dan ovum) à bila terjadi fertilisasi à zygote diploid
-   diikuti rekombinisasi gene maternal dan paternal melalui crossing over
-   terbagi menjadi :  meiosis I dan
                                meiosis II
Description: F:\Scan\2011_11_30\2.8.jpg
meiosis I
-   mengikuti interphase,selama duplikasi 46 chromosom
-   ada 4 fase : prophase I, metaphase I
                     anaphase I, telophase I
-   dengan hasil akhir masing-masing sel baru mempunyai 23 chromosom
meiosis II
-   terjadi setelah meiosis I selesai, tanpa replikasi DNA
-   fase sama : prophase II, metaphase II, anaphase II dan telophase II
-   lebih cepat di banding mitosis
Perhatian klinis
1. Ratio euchromatin dan helero chromatin
·      proliferasi sel yang cepat lebih tinggi di banding sel kurang aktif
2. Aneuploidi
·      deviasi jumlah chromosom normal
·      dideteksi dengan kariyotiping
·      termasuk trisomi (3 chromosom dalam 1 tipe) dan monosomi (tidak adanya 1 anggota dalam 1 pasang chromosom)
a.    Down’s sindrom
-     dihubungkan dengan ekstra chromosom 21(trisomi 21)
-     ditandai : mental retardasi, pendek, malformasi jantung, genital
                     dan defek yang lain
b.    Klinefelter’s syndrom
-    aneuploidi di seks chromosom  (XXY)
-    ditandai : infertilitas, maskulinisasi yang berbeda-beda dan testes kecil
c.    Turner’s syndrom
-     dihubungkan dengan monosomi seks chromosom (XO)
-     di tandai : pendek, steril, abnormalitas yang lain
-     umumnya lethal pada kelainan monosomi
3. Transformed cell (perubahan sel)
-       kehilangan kemampuan merespond tanda (signal) mengontrol siklus sel à menjadi kanker.











PENGAWASAN GENETIK DARI METABOLISME

Metabolisme =   proses kimia yang menandai unsur  hidup, berlangsung dengan bantuan  suatu zat, disebut  enzim

            berlangsung karena terjadinya reaksi kimia yang berurutan

diperlukan enzim tertentu sebagai katalisator
 


terbentuknya dikontrol oleh satu atau beberapa gen

jika gen tidak ada                 enzim tidak terbentuk
 


metabolisme tidak terbentuk (tidak mungkin di lanjutkan)
 


terjadi blok metabolisme

Gen A                                    Gen B                                    Gen C
Enzim A
 
Enzim B
 
Enzim C
 
 


zat pelopor                             zat antara I                           zat antara 2                               hasil

                                    Gambar metabolisme diawasi secara genetik

Enzim A dikontrol oleh gen A demikian  pula enzim B oleh gen B, enzim C oleh gen C. Bila gen dominan B tidak ada (karena mutasi gen) à enzim B tidak terbentuk, à           terjadi blok metabolisme : . Zat antara 2 dan hasil akhir tidak terbentuk
Satu enzim dikontrol oleh satu gen àhipotesa sebuah gen àsebuah enzim
Bila gen mengalami mutasi àterjadi blok metabolisme, hasil akhir “hipotesa sebuah gen mutan sebuah blok metabolisme”
Adanya blok metabolism àkesalahan metabolisme = kesalahan metabolisme bawaan
Sintesa protein
Peranan protein          organisasi structural sel
                                    organisasi fungsional sel

enzim + hormon

mengatasi kegiatan :
-   metabolisme,                          -  pernafasan
-   biosnitese                                -  perkembangbiakan sel
-   pertumbuhan
1.    Informasi genetic beralih dari asam nukleat ke protein
 


Tahap I   = transkripsi
Tahap II = translasi
Tidak menimbulkan perubahan                    menimbulkan perubahan dalam kode
dalam kode, karena ADN dan                      dari urutan nukleotida ke urutan
ARNd = komplementer                                 asam amino
              transkripsi                    translasi
ADN                            ARN                        protein
2.    Informasi genetic beralih secara  memutar (sirkuler)
                                    menterjemahkan                     membuat                      membuat
ADN mencetak ARN                           protein                        ARN                            ADN
ADN                         ARN

ARN                         protein
Penemuan baru “dogma pusat sebaliknya”
3.    Informasi genetik tidak perlu mengikuti urutan

ADN    ke     ARN                  protein tetapi juga dapat
ARN    ke     ADN   sehingga bila di gambar
                             transkripsi
 ADN                                                     ARN                        translasi protein 
                                    transkripsi sebaliknya
Jadi  informasi genetik  dapat

1.    ADN                ADN    (replikasi dari satu generasi ke generasi berikutnya)
2.    ADN                ARN                protein
                     transkripsi                             translasi
3.    ADN                                        ARN                        protein
                 transkripsi sebaliknya
1)    Asam amino
            Protein = polimer asam amino

sintese protein butuh asam amino
mempunyai gugus amino dan karboksil bebas


Oval: O
C       OH
Oval:            H
H        N
                                                    H
 



gugus amino                                         C                                           gugus karboksil


                                                    R        gugus tambahan

gugus tambahan beda-beda tiap asam amino
Asam-asam amino terangkai oleh peptida              protein
                                                               Hasil hidrolisa  gugus amino dan  karboksil

           H                                 O                                     H    H    O  H    O
            I     II                            l                                      I     II            I     II
H2N – C – C – OH + H – N – C – C – OH         H2N – C – C – N – C – C – OH
            I                                    l                                       I                    I
           R1                                  H – R2                                    R1         H  – R2         +          H2O

Polipeptide = deretan asam-asam amino
2)    ADN
Molekul ADN mengandung keterangan genetik à sintese protein dikontrol molekul ADN
3)    Asam  ribonukleat  non – genetik
Ada 3 macam  ARN non – genetik :
                          ARNd,  ARNp  dan  ARNr
aktif dalam proses pembuatan protein
ARNd setelah menerima informasi genetik terus meninggalkan nukleus à      menempel pada ribosom
ARNp (pemindah) mengikat asam amino yang terdapat di sitoplasma, membawa ke ARNd yang ada di ribosom.
ARNr memiliki fungsi umum pada sintese  protein
4)    Ribosom dan enzim
-       sebagai pemimpin dalam interaksi yang berhubungan dengan sintese  protein
-       ribosom mempunyai faktor-faktor yang berfungsi sebagai enzim
-       ribosom-ribosom dapat berkelompok = poliribosom atau polisom, dan banyaknya tergantung dari panjang protein yang akan dibuat


Mekanisme sintese protein
-       melibatkan  2 peristiwa
a.    transkripsi (pemindahan informasi genetik dari ADN ke ARN
b.    translasi (pemindahan informasi genetik dari ARN ke protein
a)    Transkripsi
-       ADN terdapat dalam inti sel (dalam khromosom)
-       Protein dalam sitoplasma à ADN tidak mungkin berperan langsung
-       Dicetaklah pita tunggal  ARN duta (ARNd) dari molekul ADN à proses disebut transkripsi
-       Pencetakan dibutuhkan enzim ARN polimerase bergantung  ADN disingkat ARN polimerose
-       ARNd  yang telah selesai dicetak (selesai menerima informasi genetic dari ADN) à meninggalkan ADN melalui pori-pori keluar melalui membran dan menempel pada ribosom didalam sitoplasma
b)    Translasi
-       Dibedakan beberapa proses
         
1)
 
pertumbuhan poliribosom dengan menempelnya ARNd pada ribosom 30 S yang terdapat pada reticulum endoplasmik
          terbentuklah “kompleks permulaan”
ARNa + ribosom 30 S                          kompleks permulaan
         
2)
 
pengikatan asam amino oleh ARNp  (ARN pemindah)
          ARNp  terdapat didalam sitoplasma
          sebelum diikat asam amino diaktifkan oleh adosin trifosfat (ATP) = kaya energy
 


O     H                                                      O    H
 II     I                                                         II     I
+ HO – C – C – Nh2                                      O – C – C – NH2
                                                                  I                                                                        I    
                                                                 CH2       enzim sintetase                                 CH2
                    ARNpsis                                I                                                                       I
                                                                 SH                                                                  SH
                                                                                                                        sistein ARNp sis
          Ribosom 30 S bergabung dengan ribosom 50 Ssitein
         
3)
 
Banyak ribosom membaca kode ARN a à polisom
  Permulaan sintese protein
          dibentuk ribosom 70 S
          rantai peptide selalu bertambah dengan kode untuk asam amino à(metionin)
          urutan gugus amino (NH2) ke karboksil (COOH)

4)
 
Memanjangnya rantai polipeptide
          ribosom 70 S disebut ribosom fungsional à rantai polipeptid memanjang dengan penambahan asam amino
          pada setiap tahap tersedialah ARNp baru
          jadi ARNp harus bergerak dari sisi amino (“A”) kesisi “P” (peptide)
          proses ini dibutuhkan enzim                 disebut peptide transferase
          jadi ARNp yang bermuatan masuk kesisi “A” bergerak kesisi “P”, kemudian kesisi “E” dan akhirnya ARNp dikeluarkan dari ribosom à
terbentuklah rantai polypeptide.




0 komentar:

Posting Komentar