Kamis, 05 Maret 2015

alat penglihatan

Alat Penglihatan
(organ visus = Mata)

Terdapat :   bola mata dengan n. opticus
• otot-otot mata
• kelenjar air mata dengan salurannya
• kelopak mata
• conjunctiva
Rongga mata yang diisi bola mata berbentuk piramid bersisi empat, 1 basis, 4 dinding dan 1 apex
1)  basis :-  margo orbitalis mengelilingi aditus orbitae
2)  dinding atas (superior) :
                                     -  horizontal, oleh pars orbitalis ossis frontalis
                                     -  dekat apex oleh ala parva ossis sphenoidalis
                                     -  lateral depan terdapat fossa lacrimalis
3)  dinding medial
                                     -  pars orbitalis ossis ethmoidalis
                                     -  sulcus lacrimalis
                                     -  fossa sacci lacrimalis
4)  dinding bawah (inferior)
                                     -  maxilla, os zygomaticum dan os palatinum
                                     -  dibatasi dinding lateral oleh fissura orbitalis inferior
5)  dinding lateral
                                     -  processus frontalis ossis zygomaticum
                                     -  ala magna ossis sphenoidalis
6)  apex :            -  di canalis opticus

Bola mata mengisi rongga mata dan rongga ini dilapisi periosteum disebut periorbita. Dibelakang bola mata terdapat lemak sehingga rongga bola mata diisi bola mata, lemak dan otot bola mata. Dikenal celah episcleral yang dipisah dari jaringan lemak oleh bungkus Tenon (capsula Tenon).
Bola mata mempunyai polus anterior dan polus posterior dan garis yang ditarik dari kedua polus disebut aksis bola mata. Selain itu dikenal aksis visualis-=aksis penglihatan, yaitu garis yang ditarik dari tengah pupil ke belakang ke fovea centralis.
Bagian depan bola mata berfungsi sebagai refraktor (untuk refraksi) terdiri dari cornea dan lensa, sedang bagiam belakang berfungsi sebagai penerima rangsang (retina sebagai reseptor). Bola mata diibaratkan sebagai sebuah kamera.
Dinding bola mata
1)   Tunica fibrosa, terdiri dari cornea dan sclera.
Cornea, sebagai penonjolan kedepan menempati 1/6 bagian, bersifat avaskular (tidak ada vasa darah), transparan, mengandung reseptor banyak terdapat di dinding luar (lapisan luar).
Sclera, kedepan lanjut ke stroma cornea, kebelakang lanjut sebagai selubung n.opticus. Sclera menutup 5/6 bola mata bagian posterior berfungsi menahan tekanan intraokular sehingga bentuk tidak berubah. Selain itu sclera berfungsi sebagai tempat perlekatan otot-otot bola mata, baik ekstra ocular maupun otot intrinsik bagian depan sclera tanpa melalui conjunctiva bulbi yang transparan sebagai “bagian putih mata”.
Limbus cornea, sudut antara sclera dan cornea
Makanan berasal dari :   -  anyaman kapiler sekitar cornea,
-  cairan lacrimalis à memberi O2 di absorbsi dari dunia luar
-  humar aquosus : cornea kering menyebabkan luka
Inervasi cornea dari n. ophthalmicus (cabang n V)
2)   Tunica vasculosa (uvea)
Dibedakan : iris, corpus ciliare dan choroidea
     Iris, mengelilingi celah yang berbentuk bulat disebut pupil. Tepi iris terletak didepan lensa mata. Iris mengandung pigmen dalam bentuk melanosit (didalam stroma). Dapat berwarna biru bila tidak ada pigmen distroma, albino bila sama sekali tidak ada pigmen, merah karena adanya vasa darah. Iris mengandung otot-otot : m.sphincter pupilae dan m.dilatator pupilae. Bila pupil lebar tidak bereaksi terhadap stimulus (cahaya) disebut midriasis.
Corpus ciliare, merupakan perluasan iris kebelakang sampai tempat yang disebut ora serata, mengandung m.ciliaris yang berfungsi mengatur kecembungan lensa atau disebut akomodasi. Sebagai tempat perlekatan lensa mempunyai lipatan-lipatan disebut processus ciliaris penghasil humar aquosus
 



Choroidea, lapisan yang terdapat diantara sclera dan retina, mengandung sel pigmen dan vasa darah, tampak merah kecoklatan. Kedepan sebagai corpus ciliare


3)     Tunica nervosa
Lapisan yang terdalam disebut juga retina, yang dibedakan menjadi pars optica retina, pars ciliaris retinae dan pars iridica retina. Pars ciliaris dan pars iridica retinae disebut pars ceca karena tidak dapat dipakai untuk melihat = buta. Pertemuan antara pars optica dan pars ceca retina disebut ora serata.
Pars optica retinae merupakan bagian yang sensitif terhadap cahaya. Retina terdiri dari dua lapis,
1) lapisan epitel berpigmen meluas dari n.opticus ke tepi pupil, berfungsi mengabsorbsi cahaya,  
2) lapisan fotoreseptor :fotoreseptor dibedakan conus, berfungsi pada keadaan terang dan bacilus yang berfungsi pada keadaan gelap. Jumlah conus diantara 4-6 juta sel, sedang bacilus diantara 75-120 juta sel. Lanjutan-lanjutan sel conus dan bacilus (akson) membentuk n.opticus.
Cahaya masuk ke bagian posterior bola mata = fundus oculi
Dikenal discus opticus = papilla optica tempat masuk n. opticus ke bola mata, tidak ada fotoreseptor = titik buta
Lateral discus opticus = macula lutea, area oval dengan conus. Di macula lutea ada cekungan disebut fovea centralis dengan pusat diberi nama foveola
Dibagian tengah retina terdapat bagian yang peka terhadap rangsang cahaya (banyak konus) disebut fovea centralis, sedang tempat n.opticus meninggalkan bola mata disebut discus opticus.
Stimulus cahaya pada retina akan dihantar ke lobus occipitalis (fissura calcarina). Stimulus yang mengenai reseptor di medan penglihatan mata kanan sebelah lateral dan mata kiri sebelah medial dihantar ke lobus occipitalis kanan, sedang stimulus yang mengenai mata kiri sebelah lateral dan mata kanan sebelah medial akan dihantar ke lobus occipitalis kiri.

                                                            Lintasan Cahaya
Cahaya diterima oleh retina yaitu bagian dari saraf pusat yang berubah letak ke perifer. Di dalam retina terdapat sel reseptor disebut conus dan bacilus masing-masing untuk melihat dalam terang dan gelap.
Lintasan cahaya dari neuron retina ke  pusat penglihatan di lobus occipitalis cerebri sebagai n. opticus. Setelah melalui chiasma opticum  (chiasma opticum) masuk ke tractus opticus dan berakhir di corpus geniculatum laterale. Separo n. opticus menyilang di chiasma opticum. Selain ke corpus geniculatum laterale serabut dari retina setelah melalui tractus opticus lanjut ke pusat penglihatan (area striata lobus occipitalis). Lihat gambar.


Cahaya menuju ke retina melalui cornea, humor aquosus, lensa dan corpus vitreum.
Humor aquosus menempati camera oculi anterior, celah antara iris/pupil dan cornea, camera oculi posterior antara iris/pupil dan lensa/corpus ciliare. Dari camera oculi anterior melalui anyaman trabekular di angulus irido cornealis masuk canalis Schlem = sinus venosus sclerae.
Cairan dibuang oleh plexus limbalis = anyaman vena dekat limbus, yang mengalirkan ke v. vorticose dan v. ciliaris anterior
Tekanan intra okular = keseimbangan antara produksi dan pembuangan humor aquosus
Lensa : terletak di belakang iris, didepan corpus vitreum
Sifat transparan, bikonveks dibungkus kapsula yang diikat oleh zonula zinii (=lig. suspensorium lentis) ke processus ciliaris
Corpus vitreum, substansia jelly transparan mengisi 4/5 bagian posterior bola mata disebut camera postremal (atau camera vitreous)
Kelopak mata = palpebra
       Dibedakan palpebra superior dan inferior, dilapisi sebelah dalam oleh tunica mucosa sedang sebelah luar oleh kulit. Palpebra superior dapat diangkat sehingga mata dapat terbuka, sedang gerakan menutup  dilakukan oleh m.orbicularis oculi.
Palpebra :
-         lipatan kulit mudah digerakkan menutupi bola mata
-         menjaga jejas dan cahaya yang kuat
-         lapisan luar kulit, lapisan dalam membrana mucosa transparan = conjunctiva palpebra yang melipat menjadi conjunctiva bulbi
-         lipatan conjunctiva membentuk formix conjunctiva superior dan inferior
-         palpebra superior dan inferior diperkuat oleh jaringan pengikat = tarsus superior dan inferior
-         otot sphincter = m. orbicularis oculi terdapat di antara tarsus dan kulit
-         didalam tarsus terdapat gld. tarsalis menghasilkan cairan lipid membasahi tepi palpebra
-         ditepi palpebra terdapat cilia dan  gld. ciliaris (gld. sebacea)
-         palpebra superior – inferior saling berhubungan di lateral dan medial disebut :
comunissura palpebrale laterale, dan
comunissura palpebrale mediale
di tandai dengan angulus lateralis/medialis = canthos (atau canthi)
-         antara angulus medialis dan hidung terdapat lig.. palpebrale mediale, dan sebelah lateral : lig. palpebrale laterale
-         septum orbitae, jaringan pengikat terbentang antara tarsus dan margo orbitae, lanjut di periosteum, membatasi penyebaran infeksi
Apparatus lacrimalis
Terdiri dari :
a)    gld. lacrimalis :   -  cairan lakrimalis
                                    -  air fisiologis = saline mengandung enzym lisozym = bakteriosidal
                                    -  membasahi conjunctiva dan kornea, memberi  makan (O2) ke cornea
b)    ductus excretorius,
                                       -  mengantar cairan lakrimal dari gld. lacrimalis ke saccus conjunctiva
c)    canaliculi lacrimalis
                                       -  di punctum lacrimalis pada papilla lacrimalis
                                       -  menghantarkan cairan lakrimal dari locus lacrimalis ke saccus lacrimalis ( pelebaran ductus nasolacrimalis)
                                       -  ductus nasolacrimalis membawa cairan lacrimal dari meatus nasi inferior ke concha nasalis inferior
                                       -  gld. lacrimalis, terletak di fossa lacrimalis dibedakan superior dan inferior oleh melebarnya m. levator palpebrae superioris
                                       -  gld. lacrimalis accessoria, kadang-kadang
o   inervasi n VII (parasimpatis) à sekretomotor à n. petrosus major à n. canalis pterygoidei à gln. pterygopalatinum à sinaps
o   n. symphathis = vasokonstriktif, dan ganglion cervicale superior à plexus caroticus internus à n. petrosus profundus, bersama-sama serabut parasimpatis membentuk n. canalis pterygoidei à gln. pterygopalatinum
Saraf orbita
1.    n. opticus
2.    n. oculomotorius (n. III) – otot-otot yang lain
3.    n. trochlearis (n. IV) à m. obliquus superior
4.    n. abducent (n. VI) à m. rectus lateralis



Ganlion ciliare
-       postsinaptik saraf parasimpatis
-       menerima saraf dari 3 sumber
1.    sensibel dari n. nasociliaris = akar sensoris
2.    parasimpatis dari n. oculomotoris = akar parasimpatis
3.    postsinaptik simpatis dari plexus caroticus internus = akar simpatis
-         saraf yang keluar
          n. ciliaris brevis, dianggap cabang n. V membawa saraf simpatis dan parasimpatis ke corpus ciliare dan iris
-       asal dari ganglion ciliare sebagai serabut parasimpatis postsinaptik,
-       serabut aferen dari n. nasociliaris melalui ganglion
-       serabut simpatis postsinaptik melalui ganglion
          n. ciliaris longus
-       cabang dari n. nasociliaris ke bola mata melalui gln. ciliare
-       dilewati saraf simpatis postsinaptik ke m. dilatator pupillae
-       serabut aferen dari iris dan cornea
Vaskularisasi
      Arteria
1.    a. ophthalmica cabang a. carotis interna
2.    a. infraorbitalis dari a. carotis externa
3.    a. centralis retinae
4.    a. ciliaris posterior brevis
5.    a. ciliaris posterior longus
6.    a. ciliaris anterior, cabang muskular a. ophthalanica
Vena
1.    v. ophthalanica superior
2.    v. ophthalanica inferior
3.    v. centralis retinae
4.    v. vorticase
5.    sinus venosus sclerae
Kelenjar air mata
       Terdapat disebelah lateral (samping) atas, mempunyai banyak saluran keluar dan bermuara di forniks. Air mata membasahi kornea, kemudian dikumpulkan disebelah medial dan masuk ke duktus nasolaktrimalis mencapai rongga hidung.

Otot-otot  bola mata ekstraokular
Otot-otot  bola mata ekstraokular
1)    m. levator palpebrae superior
2)    4 mm.recti (lateralis, medialis, superior dan inferior)
3)    2 mm. obliqui (superior dan inferior)

 

1.   M. levator palpebrae superior
-     à membentuk bilaminer saat mendekati perlekatan
-     lam. superficialis ke kulit palpebra superior, lamina profunda ke tarsus superior
-     gerakannya ditahan oleh :  -  gravitasi
-  antagonis dengan m. orbicularis oculi
-  m. sphincter palpebrae
-     lam. profunda termasuk otot polos = m. tarsalis superior à pelebaran fissura palpebrae, terutama reaksi saraf simpathis (marah)
Gerakan bola mata

                                                aksis vertikal
-       terhadap 3 aksis :        aksis transversal
aksis anteroposterior
   aksis vertikal :   -  adduksi à pupil ke medial
                                           -  abduksi à pupil ke lateral
   aksis transversal :   -  elevation à pupil ke superior
-  depression à pupil ke inferior
   aksis anteroposterior :     -  rotasi medial à polus superior ke medial
                                                         -  rotasi lateral à polus superior ke lateral
2.   mm. recti
-     L. rectus = lurus
-     melekat pada annulus tendineus communis (jaringan pengikat padat) yang mengelilingi canalis opticus dan sebagian fissura orbitalis superior di apeks
-     ke depan melekat pada sclera






k

0 komentar:

Posting Komentar